Pendirian Perusahaan Perkumpulan

Pendirian Perusahaan Perkumpulan

 

Pendirian Perusahaan Perkumpulan, Begini Prosedurnya

 

Perusahaan ini adalah suatu instasi yang di bangun dengan cara bersama-sama atau mandiri untuk kegiatan perkumpulan atau asosiasi. Pendirian perusahaan perkumpulan ini juga memiliki syarat dan juga prosedur yang wajib untuk Anda ketahui dan nantinya bakal dibahas di bawah.

 

Asal Anda tahu juga, untuk perkumpulan ini biasa disebut dengan asosiasi, kesatuan, serikat, ikatan dan banyak lainnya. Dimana ia juga bakal berbeda dengan CV serta PT. Untuk perusahaan perkumpulan ini juga memiliki dasar hukum yang mengikat. Detailnya simak di bawah ini.

Pendirian Perusahaan Perkumpulan atas Hukum

 

Pada dasarnya, terdapat dua kategori perkumpulan yang mana telah diatur dalam suatu lembaga hukum. Kedua perkumpulan yang dimaksud adalah berbadan hukum dan tidak berbadan hukum atau biasa yang umum kita temui.

 

Jadi, yang dinamakan dengan perkumpulan berbadan hukum ini adalah perusahaan tersebut dalam proses pendiriannya telah menggunakan prosedur hukum. Biasanya, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat akan perkumpulan tersebut.

 

Lalu, bagaimana dengan perkumpulan biasa? Jadi, yang dinamakan dengan perkumpulan biasa atau tidak menggunakan dasar hukum adalah salah satu instansi yang bergerak untuk mendirikan asosiasi namun tanpa melibatkan peran dasar hukum di dalamnya.

 

Biasanya, untuk jenis perkumpulan yang tanpa menggunakan dasar hukum ini adalah suatu organisasi yang dibentuk hanya untuk kegiatan tertentu misalnya sosial. Namun jika sudah bergerak untuk kegiatan agama, pendidikan, dan sejenisnya akan mengurus legalitas hukum.

Dasar Hukum yang Ada Dalam Perusahaan Perkumpulan

 

Pada dasarnya, jika berbicara tentang perusahaan perkumpulan yang terpercaya ini juga telah diatur dalam hukum yang berlaku. Berikut ada tiga dasar hukum tentang perusahaan perkumpulan yang wajib diketahui.

 

  • Menteri Hukum dan HAM No 6 Tahun 2014

 

Salah satu dasar hukum yang mendasari perusahaan atau instansi tersebut bisa berdiri dengan baik dan diterima masyarakat adalah karena ia memenuhi standar dasar hukum yang diberikan oleh pemerintah.

 

Dalam peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 6 Tahun 2014 membahas masalah pengesahan dan pendirian perusahaan perkumpulan. Dengan dasar ini, maka sebelum mendirikan instansi alangkah baiknya untuk mencermati agar tidak cacat secara hukum dari pemerintah.

 

  • Peraturan Hukum dan HAM No 3 Tahun 2016

 

Dasar hukum lainnya yang wajib untuk Anda ketahui adalah terkait hukum dan HAM No 3 tahun 2016. Dalam dasar hukum yang satu ini, Anda akan di jelaskan terkait tata cara pengajuan permohonan pengesahan badan hukum yang ada dalam perusahaan serta anggaran dana.

 

  • Peraturan dari Menteri Hukum dan HAM No 6 Tahun 2019

 

Pada dasarnya, untuk dasar hukum yang terakhir ini adalah terkait perubahan peraturan yang termuat dalam hukum dan HAM No 3 tahun 2016 terkait pengajuan permohonan serta pengesahan badan hukum serta persetujuan anggaran dasar dalam perkumpulan.

 

Ciri-Ciri dari Perkumpulan yang Wajib untuk Diketahui

 

Agar lebih memudahkan terkait perusahaan perkumpulan, maka kini ada ciri-ciri yang wajib untuk Anda ketahui. Berbagai macam ciri tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

 

  • Bentuknya Terorganisir dan Sistematis

 

Salah satu ciri yang bakal Anda temukan dalam instansi ini adakah memiliki bentuk yang terorganisir dan sistematis. Umumnya untuk bentuk perserikatan yang terorganisir ini bila dijalankan seperti partai politik serta sejenisnya dan tentunya juga terjamin kepercayaannya.

 

  • Terbentuk Atas Dasar Tujuan Tertentu

 

Sudah menjadi rahasia umum jika berdirinya perusahaan atau instansi pasti memiliki berbagai macam tujuan tertentu. Sama halnya dalam ciri perkumpulan. Biasanya perkumpulan yang bagus, maka ia akan memiliki tujuan yang jelas atas apa yang ingin dicapai.

 

  • Hubungan dengan Sesama Anggotanya Bersifat Contiactual.

 

Dalam perusahaan perkumpulan atau asosiasi, amka umumnya jenis hubungan yang di bangun antar SDM adalah contiactual. Jadi, yang dinamakan dengan contiactual secara garis besar adalah jenis pendekatan yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya.

 

  • Sistem Kepemimpinannya Bersifat Hierarki dan Atas Dasar Wewenang

 

Hampir sama dengan sistem kepemimpinan dalam organisasi atau instansi lainnya, bahwasannya untuk mendirikan perusahaan perkumpulan ini juga menerapkan sistem kepemimpinan yang bersifat hierarki atau atas dasar wewenang yang diberikan dari atasannya.

 

Mungkin banyak yang masih bingung apa yang dimaksud dengan sistem hierarki. Jadi, yang dinamakan dengan sistem kepemimpinan dengan sifat hierarki adalah bentuk kepemimpinan yang dibuat dengan susunan ada yang menduduki posisi paling atas, tengah, hingga bawah.

Cara Tepat Mendirikan Perkumpulan

 

  • Menentukan Nama Terlebih Dahulu

 

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan menentukan nama terlebih dahulu. Pastikan nama yang digunakan tersebut mudah diingat dan juga memiliki makna yang sesuai dengan cita-cita dari perkumpulan ini di bangun.

 

Setelah Anda menentukan nama, maka ajukan nama organisasi atau instansi tersebut dalam suatu sistem AHU online. Dalam proses pengajuan nama tersebut, harus meliputi identitas pemohon yang bakal memudahkan untuk menghubungi jika terjadi beberapa kendala.

 

Lalu untuk persetujuan menteri bakal diberikan melalui elektronik yang memuat banyak hal. Data tersebut antara lain terdiri dari nomor pemesanan, nama perkumpulan yang sudah disetujui, tanggal pemesanan hingga kadaluarsa.

 

  • Membentuk Akta Pendirian

 

Langkah kedua yang harus Anda lakukan pendirian asosiasi adalah dengan membentuk akta pendirian. Dalam proses pembuatan akta pendirian ini, Anda bisa langsung datang ke notaris. Jangan lupa dalam proses pendirian ini juga sudah membuat AD/ART yang disetujui oleh pengurus.

 

Perlu Anda ketahui, bahwasannya terdapat beberapa hal penting yang harus termuat dalam AD/ART perkumpulan. Berbagai hal penting tersebut mulai dari nama, lambang perkumpulan, tempat kedudukan, tujuan dari pembuatan instansi, fungsi kepengurusan dan lainnya.

 

  • Tanda Tangan Akta Notaris

 

Bagian lain yang perlu untuk Anda pertimbangkan adalah tanda tangan akta notaris. Biasanya, untuk tanda tangan notaris ini bisa Anda dapatkan apabila nama instansi sudah Anda peroleh pengesahannya.

 

Selain itu, pada satu sisi perkumpulan tersebut juga sudah memenuhi berbagai macam syarat pendirian dari perkumpulan.

 

  • Pendaftaran SKT dalam Kemenkumham

 

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan dalam proses pendirian perusahaan asosiasi adalah melakukan pendaftaran SKT dalam kemenkumham.

 

Biasanya, untuk langkah ini pihak notaris akan melakukan submit kelengkapan data pada sistem Kementerian Hukum dan HAM dalam pendaftaran badan hukum

 

  • Permohonan dalam NPWP

 

Bagian terpenting lainnya, jika ingin mendirikan asosiasi adalah dengan memenuhi permohonan dalam NPWP.

 

Pengurusan NPWP ini harus dilakukan secara terpisah dengan kebutuhan individu lainnya. Misalkan Anda memiliki perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis, maka harus dipisahkan.

 

  • Mengurus Nomor Induk Perusahaan

 

Hal lain yang tidak kalah penting dan harus diperhatikan adalah dengan mengurus nomor induk perusahaan. Proses pengurusan nomor induk ini dapat Anda ajukan secara mandiri dalam website OSS.

 

Di satu sisi, proses mendirikan perusahaan perkumpulan ini juga harus membuat permohonan untuk izin asosiasi.

 

Dari penjelasan di atas bisa diambil kesimpulan, bahwasannya pendirian perusahaan perkumpulan ini ada yang menggunakan badan hukum dan tidak. Langkah dalam pembuatannya sendiri bakal dimulai dari menentukan nama instansi serta logonya, hingga mengurus NPWP.

 

Baca Juga : Syarat Mendaftar MOMS Minerba

INFO LEBIH DETAIL UNTUK PEMBUATAN DAN PERPANJANGAN BISA MENGHUBUNGI KAMI :

Hubungi Kami

Call / WA :  +62 811-1280-842 Catur Iswanto, ST

Email : info@ahliperizinan.com