Biaya IPPKH

Biaya IPPKH

Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan

Untuk mengurus perizinan ini tentu ada pembebanan biaya IPPKH terkait. Biaya ini berlaku sebagai jaminan atau biaya perawatan dari hutan dan pengelolaannya. Biaya dan ketentuannya telah teratur sedemikian rupa berdasarkan hukum dan badan pengelola terkait.

Ketentuan mengenai biaya izin pinjam pakai kawasan hutan

  1. Perizinan untuk kawasan hutan

Saat ini pemerintah melakukan kajian untuk menentukan tarif yang sesuai pada peminjaman hutan sesuai fungsinya. Tarif yang lama akan terganti dengan yang baru untuk meningkatkan kewaspadaan dan juga menambah biaya perawatan hutan sesuai alokasinya. Setoran penerimaan biaya ini termasuk dalam pajak yang harus ditanggung oleh peminjam dalam hal penggunaan lahan untuk tambang. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kerugian akibat penggunaan hutan selama penyewaan.

  1. Bentuk pengamanan yang lebih baik

Meskipun masih menjadi wacana namun biaya izin pinjam pakai kawasan hutan termurah termasuk hal yang krusial. Biaya terkait berguna sebagai perlindungan untuk hutan dan kelestarian dari peminjam yang tidak bertanggungjawab. Dan biaya yang harus terbayarkan tersebut berguna untuk mempertahankan hak hutan sebagaimana mestinya.

  1. Biaya terkait

Biaya ini tentu sudah tertulis dalam peraturan terkait sehingga bisa dipertanggungjawabkan pembayarannya. Peraturan pemerintah telah mengatur harga sewa yang awalnya sekitar tiga jutaan untuk naik sekitar satu jutaan. Jadi wacana biaya yang harus terbayarkan adalah sekitar empat jutaan.

  1. Ketentuan tarif

Tarif yang berlaku tersebut awalnya hanya terjadi untuk lahan yang sifatnya masih aktif. Namun saat ini wacana yang terjadi bahwa keseluruhan lahan yang melalui tahap peminjaman akan terkena biaya yang sama. Hal ini bertujuan untuk menjaga hutan dari penguasaan yang berlebihan dari pihak penyewa.

  1. Pemberlakuan tarif

Ada beberapa ketentuan terkait nominal untuk peminjaman lahan terkait berdasarkan tipe lahannya. Untuk kenaikan tarif akan berlaku lebih besar untuk tipe L3 yakni hutan dalam kondisi rusak berat. Hutan yang sudah rusak parah akibat pertambangan ini harus melalui tahap rehabilitasi agar rusaknya bisa terkendali.

  1. Harapan lebih lanjut

Perubahan tarif ini menjadi harapan besar mengenai perubahan politik kehutanan agar asetnya tetap terselamatkan. Sehingga anak cucu kemudian hari tetap bisa menikmati kekayaan hutan sesuai haknya.

Fungsi hutan untuk penyewanya : Biaya IPPKH

Umumnya peminjaman hutan ini berguna untuk beberapa keperluan seperti di bawah ini:

1. Penampungan untuk korban bencana

Dalam hal ini fungsi dari hutan tentu tidak akan terganggu sehingga prosedur peminjamannya lebih ringkas. Didukung juga dengan kebutuhannya yang mendesak sehingga izin harus segera keluar.

2. Penunjang keselamatan

Biaya izin pinjam pakai kawasan hutan terbaru yang kedua untuk keperluan penunjang keselamatan. Hampir sama dengan poin sebelumnya bahwa fungsi kemanusiaan yang mendesak seperti ini tarif dan prosedurnya lebih ringan.

3. Pertahanan dan keamanan

Fungsi berikutnya adalah untuk menjalankan proses pertahanan dan keamanan negara. Umumnya yang menggunakan adalah aparat negara yang bersembunyi pada hutan.

4. Instalasi air

Asalkan tidak merusak kualitas hutan dan kekayaannya maka proses kebutuhan sumber daya dan instalasi air ini bisa mendapatkan izin yang sesuai.

5. Pertambangan

Yang terakhir untuk kepentingan pertambangan yang harus mendapat pengawasan dan prosedur yang sangat rumit. Proses pertambangan ini memiliki dampak khusus untuk keberlangsungan kehidupan hutan. Jadi lebih baik pengelolaannya juga harus seimbang dalam hal perawatan dan penggunaan.

Biaya izin pinjam pakai kawasan hutan ini memiliki ketentuan yang berbeda-beda sesuai dengan tipe lahan dan fungsinya. Anda harus memperhatikan nilai kebutuhan dengan biaya yang harus keluar untuk izin sewanya.

Baca Juga : SBNP Adalah

INFO LEBIH DETAIL UNTUK PEMBUATAN DAN PERPANJANGAN BISA MENGHUBUNGI KAMI :

Hubungi Kami

Call / WA :  +62 811-1280-842 Catur Iswanto, ST

Email : info@ahliperizinan.com