Sertifikasi POU Tambang

Sertifikasi POU Tambang

 

Syarat, Tujuan, Dasar Hukum Sertifikasi POU Tambang, dan Pelaksanaannya

 

Keputusan Menteri ESDM Tahun 2018 mengamanatkan adanya sertifikasi POU Tambang untuk menguji kompetensi seorang Pengawas Operasional Utama dalam sebuah pertambangan.

Banyak lembaga yang berwenang telah menjalankan diklat ini dengan syarat, metode, dan teknis yang terstruktur baik.

Deskripsi Sertifikasi POU Tambang

Seorang Pengawas Operasional Utama berperan dan bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan manajemen pada tingkat menengah, terhadap pengelolaan lingkungan pertambangan dan K3-nya.

Jadi dengan demikian, pengawas operasional utama tentu saja wajib mempunyai bekal kompetensi yang baik.

Kompetensi sebagaimana ada dalam Permen ESDM No. 43 Tahun 2016. Isinya mengenai penetapan dan pemberlakuan sebuah standar kompetensi kerja yang khusus untuk pengawas operasional pada bidang pertambangan minerba.

Latar Belakang

Setiap aktivitas pertambangan minerba selalu punya karakteristik seperti teknologi mutakhir, syarat modal, hingga berisiko dengan bahaya level tinggi. Jadi sebagai dukungan terhadap kegiatan dengan karakteristik demikian, amat perlu adanya SDM dengan kompetensi yang bagus.

Selain itu juga menjadi penerapan kaidah teknis pertambangan, agar sesuai dengan yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan. Keberadaan tenaga POU yang berkompeten merupakan salah satu yang mesti ada dalam sebuah pertambangan minerba.

Namun, untuk menyediakan pengawas dengan kompetensi paling memenuhi tuntutan kebutuhan dalam pertambangan minerba, perlu kursus pertambangan batubara serta pelatihan lainnya. Sebagaimana termaktub dalam Permen ESDM No. 43 Tahun 2016.

Permen No. 26 Tahun 2018 serta Keputusan Menteri 1827K Tahun 2018 juga menambahkan tentang kewajiban Kepala Teknik Tambang (KTT) agar mengadakan diklat untuk pengawas. Dengan menetapkan materinya terlebih dulu.

Seiring pula dengan keputusan dari Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral bernomor 0228.K/40/djg/2003. Isinya seputar kompetensi seorang pengawas operasional dalam perusahaan pertambangan minerba, juga panas bumi.

Sasaran, Tujuan, dan Manfaat Sertifikasi POU

Adanya sertifikat POU menunjukkan bahwa seorang tenaga profesional POU mencapai beberapa hal berikut:

  • Pengawas Operasional Utama yang berkompeten terhadap tugas dan tanggung jawabnya untuk membawahi tenaga Pengawas Operasional Madya dalam industri pertambangan.
  • Tahu, paham, serta dapat mengelola sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pertambangan.
  • Tahu dan paham kompetensi standar sebagai POU sesuai dengan ketetapan dari pemerintah.
  • Supaya perusahaan juga terdorong untuk menyiapkan peserta agar bisa mengikuti diklat kompetensi dalam penyelenggaraan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
  • Membina seorang pengawas operasional atau calon agar berkemampuan dan berpengetahuan ihwal K3 pertambangan, sehingga mampu menghindari risiko saat bekerja.

Itulah sebabnya, diklat sertifikasi POU untuk pertambangan ini amat penting jika hendak menunjuk tenaga profesional yang berkompeten sebagai seorang Pengawas Operasional Utama. Sama pentingnya dengan sertifikasi POM (Madya) maupun POP (Pertama).

Syarat Peserta Sertifikasi POU

Setiap diklat kompetensi mensyaratkan beberapa hal berikut sebagai kelengkapan dalam pendaftarannya, antara lain:

  • Pendidikan dan Pengalaman

Sebelum melengkapi berkas-berkas administrasi, pastikan Anda sudah memenuhi standar minimal dari segi pendidikan dan pengalaman.

  • Minimal lulusan SMA/sederajat, hingga D-3, S-1, S-2, dan S-3 dari semua jurusan.
  • Berpengalaman dalam bidang pertambangan minerba minimal 10 tahun untuk lulusan SMA, 3 tahun untuk D-3, atau 1 tahun untuk S-1, S2, maupun S-3.
  • Minimal berstatus sebagai pengawas tim, atau punya bawahan sedikitnya dua orang.
  • Berkas Administrasi

Setelah syarat pertama terpenuhi, maka selanjutnya yaitu lengkapi berkas-berkas administrasi yang terdiri dari:

  • Dua lembar salinan KTP/KK.
  • Bagi seorang Tenaga Kerja Asing (TKA), sediakan Surat Izin Bekerja dari Kemenaker dan Kementerian ESDM yang masih berlaku.
  • Bagi WNA, sertakan pula salinan izin tinggal kerja terbitan imigrasi dan paspor.
  • Surat tugas dari perusahaan calon peserta yang berisi keikutsertaan diklat sertifikasi POU Tambang, dengan bertandatangan KTT/PJO serta berstempel basah.
  • Salinan SK pengangkatan jabatan terakhir.
  • Lampiran Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup terbaru.
  • Salinan ijazah terakhir.
  • Salinan sertifikat POM.
  • Penjelasan atau deskripsi ihwal pekerjaan saat ini.
  • Lima lembar pas foto 3×4 berlatar merah dengan pakain kemeja berdasi.
  • Salinan sertifikat-sertifikat dari pelatihan K3 pertambangan dan lingkungannya (bila ada).
  • Foto area lingkungan kerja dan dokumentasi kerja.
  • Bukti Kompetensi Kerja di Lapangan yang Relevan

Selain melengkapi dokumen administrasi, lampirkan pula bukti-bukti paling relevan yang menunjukkan kompetensi kerja Anda selama berada di lapangan. Lampiran bukti-bukti kompetensi kerja ini juga sudah termasuk kelengkapan dokumen portofolio.

  • Laporan pemeriksaan tempat kerja dan uji peralatan.
  • Hasil evaluasi dari laporan investigasi.
  • Bentuk implementasi dan rencana kerja yang menerapkan teknis pertambangan dengan baik, keselamatan dalam pertambangan, perlindungan lingkungan, konservasi, serta pemanfaatan teknologi dan jasa.
  • Laporan-laporan mengenai risk assessment, serta pelaksanaan kerja, evaluasi, perencanaan, standarisasi, peningkatan penilaian, serta pengawasan.
  • Jadwal kerja.
  • Bukti punya pengalaman dalam pertambangan minerba dan/atau bukan minerba minimal 10 tahun, pada area kerja tertentu untuk lulusan SMA/sederajat.
  • Calon peserta menerima usulan dari perusahaan tempatnya kerja untuk perlu mengikuti sertifikasi POU Tambang.
  • Telah mengerjakan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Pengawas Operasional Madya, minimal satu tahun.

Berbeda dari diklat kompetensi POU Tambang, baik pengawas maupun calon pengawas dapat mengikuti sertifikasi POP online atau offline. Kendati hanya yang persyaratannya terpenuhi sesuai Permen ESDM No. 43 Tahun 2018 lah yang boleh ikut ujiannya.

Materi Kompetensi

Setelah terdaftar sebagai peserta diklat, Anda akan menerima sejumlah materi terkait kompetensi untuk bisa lulus sertifikasi POU. Materi-materi tersebut antara lain:

  • Pengelolaan lingkungan area pertambangan.
  • Pengelolaan sebuah standarisasi dalam pertambangan minerba.
  • Pelaksanaan setiap tugas serta tanggung jawab sebagai seorang Pengawas Operasional Utama.
  • Pengelolaan aktivitas usaha jasa dalam bidang pertambangan minerba.
  • Pengelolaan upaya konservasi minerba.
  • Pengelolaan keselamatan (K3) dalam pertambangan.
  • Pengelolaan kaidah-kaidah teknis dalam pertambangan minerba.
  • Melakukan evaluasi tentang penerapan setiap kaidah teknis dalam pertambangan minerba.
  • Peraturan perundang-undangan tentang bidang minerba.
  • Peraturan perundang-undangan tentang keselamatan (K3) pertambangan.
  • Manajemen bila terjadi situasi dan keadaan darurat dalam area tambang.
  • Mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya kecelakaan kerja hingga bencana lingkungan.

Metode Pembinaan

Pembinaan dalam sebuah diklat sertifikasi POU ini meliputi beberapa metode. Metode-metode tersebut terdiri dari:

  • Penceramahan
  • Kegiatan diskusi
  • Melakukan simulasi dalam membuat perangkat kerja
  • Mempersiapkan portfolio

Evaluasi

Proses evaluasi dalam pendidikan dan pelatihan kompetensi untuk mendapatkan sertifikat POU Tambang punya tahapannya sendiri, seperti:

  • Pengujian portfolio
  • Melakukan wawancara
  • Ujian tertulis
  • Melakukan praktik atau demonstrasi terkait bidang sertifikasinya

Jadwal dan Biaya

Setiap lembaga terkait menyelenggarakan sebuah diklat sertifikasi untuk menghasilkan POU yang kompeten dalam beberapa hari. Sedikitnya 3 hari, hingga maksimal bisa berlangsung dalam beberapa belas hari. Ujian kompetensinya baru berlangsung pada hari terakhir selama satu hari.

Pendidikan dan pelatihan semacam ini biasanya berbiaya tak sedikit, dari beberapa juta hingga belasan juta. Namun biaya ini pasti termasuk banyak fasilitas juga.

Peserta yang memenuhi kompetensi POU Tambang profesional akan mendapat sertifikat POU yang tidak berbeda dari masa berlaku sertifikat POP, paling tidak 5 tahun.

Sertifikasi POU Tambang selalu bisa Anda ikuti jika syarat-syaratnya terpenuhi. Lembaga yang khusus menyelenggarakannya juga ada.

 

 

Baca Juga : Syarat Mendaftar MOMS Minerba

INFO LEBIH DETAIL UNTUK PEMBUATAN DAN PERPANJANGAN BISA MENGHUBUNGI KAMI :

Hubungi Kami

Call / WA :  +62 811-1280-842 Catur Iswanto, ST

Email : info@ahliperizinan.com