Pendirian Yayasan

Pendirian Yayasan

 

Dokumen, Syarat, dan Prosedur Pendirian Yayasan

 

Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui prosedur pendirian yayasan. Padahal, syarat dan langkahnya cukup mudah. Berikut informasi lengkap terkait pendirian badan hukum yayasan.

 

Mengenal Yayasan

 

Sebelum membahas lebih jauh, mari kenali terlebih dahulu apa itu yayasan. Yayasan merupakan badan hukum dalam suatu bidang dan menjalankan tujuan tertentu. Ada banyak macam yayasan, seperti:

 

  • Yayasan Sosial

 

Pertama, ada yayasan yang bergerak dalam bidang sosial. Jadi, semua kegiatannya berorientasi pada tujuan sosial. Biasanya, bentuk yayasan ini bergerak pada lembaga sosial, baik itu formal maupun informal.

 

Contoh dari yayasan sosial bisa Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. Yayasan sosial mencakup panti asuhan, panti jompo, klinik, rumah sakit, laboratorium, dan masih banyak lagi.

 

  • Yayasan Keagamaan

 

Selanjutnya, ada bentuk yayasan keagamaan. Bentuk yayasan ini melaksanakan kegiatan atau melakukan pembangunan yang berkaitan dengan rumah ibadah maupun kegiatan keagamaan. Anda bisa menemukan yayasan bentuk keagamaan pada pesantren, madrasah, gedung pendidikan berlandaskan keagamaan, dan lain sebagainya.

 

  • Yayasan Kemanusiaan

 

Terakhir, ada yayasan kemanusiaan yang bergerak dalam bidang sosial. Bentuk yayasan ini akan memberikan bantuan dalam bentuk kepeduliaan atau donasi. Biasanya, kegiatannya meliputi gotong royong membantu korban bencana alam, pendirian rumah duka, memberikan bantuan finansial kepada orang yang kurang mampu.

 

Dokumen Pendirian Yayasan

 

Untuk mendirikan yayasan, Anda membutuhkan beberapa dokumen penting. Biasanya, Anda memerlukan bantuan notaris agar lebih mudah dalam mengurusnya. Beberapa dokumen yang harus Anda siapkan antara lain:

 

  1. Fotokopi KTP dari pembina, pengurus, dan pendiri yayasan
  2. Surat pengantar dari RT/RW berdasarkan domisi yayasan
  3. Fotokopi bukti kepemilikan atau sewa yayasan
  4. Surat pernyataan persetujuan dari pengurus yayasan
  5. Fotokopi NPWP dari pembina, pengurus, dan pengawas yayasan

 

Syarat Mendirikan Yayasan

 

Bila semua dokumen sudah terpenuhi, Anda bisa langsung mengajukan pendirian badan hukum yayasan. Pastikan Anda sudah memenuhi sederet persyaratan ini.

 

  • Nama Yayasan

 

Nama tentu menjadi hal pokok dalam mendirikan suatu badan hukum/usaha, termasuk yayasan. Anda harus memilih nama yayasan yang kreatif agar tidak sama dengan yayasan lainnya. Sediakan beberapa nama yayasan agar notaris lebih mudah melakukan pengecekan.

 

Dalam menentukan nama yayasan, ada beberapa ketentuan juga yang harus Anda perhatikan.

 

  • Nama yayasan harus terdiri dari minimal tiga kata
  • Tidak boleh menggunakan tanda baca atau angka
  • Tidak bertentangan dengan hal-hal kesusilaan atau melanggar ketertiban umum
  • Terdiri dari rangkaian huruf untuk membentuk beberapa kata

 

  • Visi Misi Yayasan

 

Syarat selanjutnya adalah yayasan harus memiliki visi dan misi yang jelas. Sesuai tujuannya, visi misi yayasan hanya boleh berkaitan dengan keagamaan, kemanusiaan, atau sosial. Maka dari itu, sebelum mendirikan yayasan, sebaiknya tentukan terlebih dahulu apa tujuannya.

 

  • Susunan Organisasi

 

Layaknya badan hukum lainnya, yayasan juga harus memiliki susunan organisasi yang jelas. Setidaknya, yayasan harus memiliki tiga elemen berikut ini.

 

  • Pembina

 

Pembina yayasan tidak boleh merangkap sebagai pengurus atau pengawas. Sebagai pembina, Anda memiliki kewenangan:

  • Memberi keputusan terkait perubahan anggaran dasar
  • Menetapkan kebijakan umum berdasarkan anggaran yayasan
  • Mengangkat dan memberhentikan anggota pengurus maupun pengawas
  • Mengesahkan rancangan anggaran tahunan dan program kerja yayasan
  • Menetapkan keputusan mengenai pembubaran maupun penggabungan yayasan

 

  • Pengurus

 

Selanjutnya, ada pengurus yayasan yang bertanggung jawab dalam mengurus yayasan agar tujuan dan kepentingan yayasan bisa tercapai. Selain itu, pengurus juga berhak mewakili yayasan, baik dalam maupun luar pengadilan.

 

Layaknya pembina, pengurus juga tidak boleh merangkap sebagai pengawas atau pembina. Biasanya, pengangkatan pengurus yayasan berdurasi lima tahun sekali. Susunan pengurus sendiri terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara.

 

  • Pengawas

 

Terakhir, ada pengawas yayasan. Tugas utamanya adalah mengawasi kegiatan yayasan dan memberikan masukan kepada pengurus. Yayasan sendiri harus memiliki sekurang-kurangnya satu pengawas yang mampu melakukan tindakan hukum.

 

Jangka waktu pengangkatan pengawas juga sama seperti pengurus, yakni lima tahun sekali. Setelah masa jabatannya habis, pihak yang berwenang bisa mengangkat lagi.

 

  • Modal Awal Yayasan

 

Berapa modal awal mendirikan yayasan? Berbeda dari PT, biaya atau kekayaan awal yayasan harus terpisah dari harta pribadi. 

 

Menurut PP No. 2 Tahun 2013 dan PP No. 63 Tahun 2008, jumlah kekayaan yayasan minimal Rp10 juta, bila yang mendirikannya orang Indonesia. Sementara itu, untuk orang asing, minimal harta kekayaan awalnya Rp100 juta.

 

  • Tempat Domisili Yayasan

 

Yayasan tidak boleh menggunakan kantor virtual atau online. Jadi, Anda harus memiliki kantor fisik yang memadai. Anda bisa menggunakan rumah tempat tinggal sebagai lokasi yayasan bila berdomisili di DKI Jakarta.

 

Prosedur Pendirian Yayasan

 

Bila semua dokumen dan persyaratan sudah Anda penuhi dengan baik, Anda bisa mengikuti langkah selanjutnya yakni memahami prosedur dalam mendirikan yayasan. Berikut prosedur yang harus Anda patuhi.

 

  • Akta Pengesahan dan Pendirian

 

Anda bisa mulai mendirikan yayasan dengan menandatangani akta dengan seorang notaris. Penandatanganan akta ini bisa Anda serahkan ke pihak lain bila ada surat kuasa sah dengan materai Rp10.000. Setelah itu, notaris akan menerbitkan akta pendirian yayasan dalam bentuk salinan untuk meminta pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM.

 

Pengajuan permohonan pengesahan ini bisa Anda serahkan paling lambat 10 hari sejak tanggal penandatanganannya. Selain akta, notaris juga akan melampirkan beberapa dokumen permohonan berupa surat pernyataan yang meliputi:

 

  • Surat pernyataan tertulis yang memuat keterangan nilai kekayaan dari pendiri yayasan
  • Pernyataan mengenai tempat kedudukan dan alamat lengkap yang sudah ditandatangani pengurus yayasan
  • Pernyataan tidak dalam perkara pengadilan atau terlibat sengketa
  • Surat pernyataan kesanggupan pendiri untuk memperoleh NPWP dan penerimaan surat pemberitahuan pajak tahunan
  • Pernyataan keabsahan kekayaan awal

 

  • Tambahan Berita Negara Republik Indonesia

 

Setelah surat pendirian yayasan sah, Anda wajib mengumumkan berita peresmian melalui TBNRI. Anda akan mendapat bentuk digital dari surat ini secara langsung saat notaris mengajukan permohonan. Sementara, bentuk fisiknya bisa Anda dapatkan lewat Percetakan Negara RI dalam kurun waktu 1-1,5 tahun.

 

  • NPWP Yayasan

 

Setelah kedua tahap sebelumnya selesai, Anda bisa mendapatkan NPWP melalui KPP berdasarkan kecamatan domisili yayasan. Untuk mengajukan permohonan NPWP, Anda membutuhkan tiga dokumen berikut ini.

 

  • NPWP dan KTP dari pengurus yayasan
  • Surat pengajuan kartu NPWP
  • Salinan akta pendirian badan hukum yayasan

 

  • NIB Yayasan

 

Semua badan hukum wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Penerbit NIB sendiri adalah OSS. Kehadiran NIB membuat yayasan menjadi resmi dan memiliki nomor identitas pengenal.

 

Nomor ini terdiri dari tiga belas angka yang memuat tanda tangan elektronik dan pengaman khusus. NIB ini akan berlaku untuk seumur hidup, sehingga pengurus tidak perlu melakukan perpanjangan.

 

  • Tanda Daftar Yayasan

 

Tanda ini merupakan bentuk legalitas yang berfungsi untuk menyatakan bahwa suatu yayasan benar keberadaannya dan sudah terdaftar pada dinas sesuai domisili. Untuk mengajukan tanda daftar ini, Anda harus menyiapkan sejumlah dokumen pendukung, seperti:

 

  • KTP pengurus
  • Profil yayasan
  • Susunan pengurus dan daftar tugasnya
  • Akta pendirian, NIB, dan NPWP yayasan
  • Program kerja tahunan dengan tanda tangan pengurus dan bubuhan stempel yayasan

 

  • Izin Operasional Yayasan

 

Terakhir, Anda harus mengurus Izin Operasional Yayasan. Sebelum mengajukan permohonan, Anda bisa menyiapkan beberapa dokumen.

 

  • Proposal teknis yayasan
  • Program kerja yayasan
  • Daftar inventaris yayasan
  • Daftar pekerja sosial
  • Bukti kepemilikan domisili yayasan
  • Akta pendirian, NIB, dan NPWP yayasan

 

Cara mendirikan yayasan ternyata tidak sulit. Selama Anda memenuhi persyaratan dan mengikuti prosedur pendirian yayasan sebaik mungkin, maka tidak akan ada kendala yang berarti. Terpenting, pastikan tujuan mendirikan yayasan sudah sesuai dengan UU.

 

Baca Juga : Syarat Mendaftar MOMS Minerba

INFO LEBIH DETAIL UNTUK PEMBUATAN DAN PERPANJANGAN BISA MENGHUBUNGI KAMI :

Hubungi Kami

Call / WA :  +62 811-1280-842 Catur Iswanto, ST

Email : info@ahliperizinan.com